Keputihan Saat Hamil, Apakah Berbahaya?

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Apakah anda pernah mengalami keputihan saat hamil? Jika pernah tentunya anda akan mengalami rasa panik dan cemas apalagi ketika anda baru saja mengalami kehamilan. sebenarnya keputihan saat hamil merupakan salah satu hal yang bisa dibilang cukup normal yang mana hal ini terjadi karena peningkatan hormon estrogen dan aliran darah pada vagina yang akan membuat kadar keputihan semakin meningkat dan sebenarnya juga cairan yang keluar tersebut berupa sisa buangan dari rahim melalui vagina serta beberapa sel mati dari dinding vagina wanita hamil.

Walaupun disebutkan sebagai kondisi yang normal ketika anda mengalami keputihan saat hamil, tetapi jangan sampai anda mengabaikan hal ini karena jika anda mengabaikannya seperti halnya dengan mengabaikan kebersihannya kemungkinan anda akan mengalami iritasi pada vagina anda yang disebabkan karena suhu lembab akibat keputihan. Dan tahukah anda? Terdapat beberapa infeksi yang mungkin akan terjadi ketika anda mengabaikan keputihan saat hamil. Penasaran apa saja? Berikut ulasannya!

Inilah Infeksi Yang Mungkin Terjadi Saat Keputihan Diabaikan!

Ketika anda mengetahui bahwa keputihan saat hamil dan bukan merupakan suatu hal yang berbahaya ketika keputihan tersebut berwarna jernih tanpa adanya bau maka hal ini bisa dibilang normal. Namun, pada saat kehamilan anda akan cenderung mengalami infeksi pada vagina hal ini dikarenakan beberapa penyebab seperti tidak menjaga kesehatan dan kebersihan vagina dan bisa disebabkan karena perubahan hormon yang terjadi dan perubahan bentuk tubuh ibu yang memicu terjadinya infeksi vagina.

Karena sering terjadi pemicu awalnya infeksi tersebut, maka berikut beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh keputihan saat hamil :

  1. Vaginosis Bakteri

Infeksi ini disebabkan karena perubahan hormon pada ibu hamil yang akan menyebabkan bakteri tumbuh dengan berlebihan pada bagian vagina seingga kondisi ini jika dibiarkan akan menyebabkan bayi lahir secara prematur atau bisa bayi lahir dengan berat badan yang kurang dan bahkan bisa saja ibu hamil mengalami radang panggul. Gejala awal yang akan dirasakan yaitu timbulnya rasa gatal pada sekitar area vagina, timbulnya cairan yang berwarna abu dan rasa nyeri saat buang air kecil. Untuk penyembuhannya biasanya infeksi ini sembuh dengan sendirinya namun terkadang dokter akan memberikan anda antibiotik.

  1. Infeksi Jamur

Selain infeksi vaginosis bakteri, infeksi lain yang mungkin terjadi yaitu infeksi jamur yang mana infeksi ini terjadi karena adanya peningkatan hormon kehamilan sehingga akan menyebabkan pertumbuhan jamur di vagina. Gejala yang mungkin akan timbul yaitu keluarnya cairan berwarna kuning yang berbau, merasakan sakit pada saat melakukan hubungan intim, gatal pada bagian vagina dan vagina terlihat lebih bengkak. Untuk penangannya anda bisa membeli krim anti jamur atau obat anti jamur.

Itulah beberapa infeksi yang mungkin terjadi ketika keputihan saat hamil. Semoga ulasan artikel ini bermanfaat dan menjadi solusi untuk anda!